Metode Belajar: Fokus dan Enyahkan!

Memang kalau berbicara belajar, otak bisa pusing, perut pun boleh keram. Apalagi jadwal ujian semakin mendekat, tugas menumpuk, bisa lebih parah: muntah-muntah. Sekilas terdengar fiksi, namun kerap terjadi. Mengapa? Karena proses belajar sejatinya adalah proses “memasukkan”. Dan sebagaimana filosofi saya pribadi mengatakan, proses menyerap/memasukkan ilmu dalam memori itu sukar.

Setidaknya ada beberapa faktor penyebabnya. Faktor pertama, umur (biasa disingkat U). Ibarat mesin, makin tua kinerjanya pasti menurun. Hal yang sama berlaku untuk sel-sel otak. Kedua, tidak pernah dilatih. Ini lebih gila lagi, rekatan memori ternyata perlu dielus-elus supaya tidak lekang. Caranya dengan mengulang-ulang. Sebagai contoh sederhana, semakin lama kita tidak bertemu dengan seseorang maka ingatan kita tentangnya semakin memudar. Bahkan namanya bisa lupa, dasar pikun.

Lalu bagaimana cara belajar yang efektif? Pertanyaan yang mudah, tapi jawabannya tidak segampang 1+1. Menurut hemat saya, tidak ada metode belajar yang paling efektif. Mengapa? Karena anugerah Allah itu sangat luas dan bervariasi. Daya tangkap orang berbeda. Gaya belajar tidak sama. Belum lagi umur dan segala macam variabel lain. Tambah rumit kalau dikait-kaitkan dengan masalah sosial, didikan keluarga, lingkungan, dan bisa saja hubungan asmara. Mana ada yang sama persis.

Jadi, trik yang saya andalkan cuma satu: FOKUS. Jika fokus maka frekuensi otak akan terbuka untuk diisi. Ini tidak lain seperti menyetel radio untuk menerima siaran. Kalau radionya sibuk nyari-nyari sinyal, audio bakal kresek-kresek juga. Tidak akan nyambung. Yang belum pernah mainan radio analog, saya mohon maaf. Tanyakan saja ke generasi pendahulu. Trik fokus hanya akan berhasil jika diaplikasikan pada satu topik saja, jangan banyak-banyak. Yang bisa multitasking itu cuma komputer, otak anda tidak akan mampu. Tidak percaya? Coba nyetir sambil main HP. Kalau ga nabrak, ya salah ketik. Artinya apa? Otak manusia akan meningkat performanya jika perhatian kita dipusatkan.

Terakhir, ENYAHKAN hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian. HP, singkirkan. Kalau perlu orang-orang di sekitar, singkirkan juga. Buat ruang dan kondisi yang nyaman untuk belajar. Cari kondisi tersebut, resapi dan selalu reka-reka ulang. Intinya, re-create your own environment to support your positive performance.

Kita cukupkan dulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *