Wahyu Reza Prahara

Gift of Gab

Archive for the ‘My Diary’ Category

Lebaran Idul Fitri

Tuesday, October 7th, 2008

Wah, kayaknya saya orang paling terakhir yang mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri di blog. Hehe, maklum ketika hari H saya menyibukkan diri dengan kegiatan sana-sini bersilaturahmi. Walaupun kenyataannya saya banyak di kamar, namun waktu untuk menulis hilang begitu saja. Bulan Ramadhan kemarin pun saya tidak sempat banyak menulis.

Nah, di bulan Syawal yang fitri ini, saya sekeluarga memohon maaf lahir dan batin kepada semua pihak. Kalau Pertamina terkenal dengan jargonnya “Mulai dari nol ya?”, saya juga tidak mau ketinggalan. Ah, apa ya? Saya juga bingung mau bikin jargon apa. Kembali ke inti masalah. Mohon kesalahan saya dan keluarga dimaafkan ya?

Salam..

Selamat datang bulan Suci Ramadhan

Monday, September 1st, 2008

Tak terasa bulan Ramadhan sudah di depan mata. Tepat saat menulis ini saya baru saja selesai melaksanakan sahur. Hari ini saya mulai berpuasa untuk 30 hari ke depan. Harapan saya dengan datangnya bulan penuh rahmat ini, tentu tidak muluk-muluk. Minimal kualitas beribadah kita kepada Allah SWT dapat meningkat.
Okay, let’s move on. Untuk sebulan ke depan, saya akan berusaha mempost beberapa kajian Islam. So.. keep watching ya?..
:)

High Blood Pressure today

Saturday, June 7th, 2008

Recently today at the morning I’m going to the doctor for medical check. Actually I have problem on my heel and I want to consult it early to make sure anything is going under control. But, seems that the procedural check has to be started by blood pressure check.

Nurse: “Lie down please, Sir?”
Me: “Yes, it’s alright. It’s a must?” (I mean the blood pressure check)
Nurse: “We always do this to outpatient”
Me: “But not in my country”

Then insensibly my arm has been wrapped by those tools (really I didn’t know the name, the only one that I could recognise was stetoscope, :P). Shit, what the hell?* (sorry) Why she (the nurse) stared at me in that way?

Nurse: “You have 150/90. It’s high blood pressure, Sir. At least for your age.”
Me: “Then what?”
Nurse: “Do you under pressure? Outcontrol?”

Then I told her that I couldn’t sleep tonight and I drink coffee. “Is that have an affect on?”
Then the nurse stared at me (again) with that mercy look saying “You are still young, Sir. You should keep your healthy. Are you married?”
Me: “No, I don’t”

Right before writing this post, I’m searching on the internet about the effect of high blood pressure. And guess what? I found something scary. The most was it could kill me someday by initializing “stroke” (what we called in Indonesia). Hmm…so I’m here to warn you, “Don’t sleep late at night and avoid drinking coffee a lot”.. Just be aware.

Telkomsel Per Detik Payah

Friday, May 30th, 2008

Capeeee dehhh
Program per detik keluaran Telkomsel sudah mulai menunjukkan kepayahannya. Semalam saya mencoba melakukan mode perpindahan. Mode perpindahan program tarif Telkomsel dapat diakses melalui *880#. Ada 3 menu tarif yang berlaku sekarang (Tarif per Detik, Tarif per Menit, PeDe 13). Karena waktu sudah malam (pukul 19.00 WIB) saya memutuskan pindah ke mode Tarif per Detik. Maklum, mode tarif PeDe 13 tidak berlaku lagi setelah pukul 18.00 WIB.
Satu kali, tidak berhasil. Dua kali, tidak berhasil. Tiga kali, masih tidak berhasil. Uhhh, kenapa ini? Ngemeng-ngemeng (dengan gaya Tukul yang kuatro’), error yang muncul sepertinya nggak begitu terasa. Begini kronologinya:
*880# (CALL)
Kemudian tampil menu utama:
1. Tarif per Detik
2. Tarif per Menit
3. Tarif PeDe 13
4. Lihat Status Tarif
Kemudian saya reply dengan balasan 1.
Hasilnya tidak seperti yang diharapkan, malah kembali ke menu utama barusan. Saya coba untuk Tarif per Menit. Eh, berhasil.
Tampil konfirmasi:
Apakah anda benar ingin
mengubah tarif menjadi per
Menit? Silakan tekan 1 utk
melanjutkan.
1. Ya
9. Menu Sebelumnya
0. Menu Utama

Awalnya saya positive thinking aja, mungkin server lagi overload dan mode untuk tarif per detik sedang banyak diakses. Besoknya saya coba lagi, tetapi error masih sama. Wah, Telkomsel sudah ‘bermain’ curang ni. Hati-hati, mungkin besok kita nggak bisa lagi mengubah mode tarif seenaknya lagi. Alasannya klise, server overload. ;)
* Saya males buat nelpon Customer Servicenya di 116. Jawabannya sudah pasti tidak memuaskan dan nggak menyelesaikan masalah. Pernah saya menelepon 116 (masuknya lama banget!!!) di Surabaya karena HP saya tidak bisa untuk akses GPRS. Mereka menganjurkan untuk melakukan setting ulang dan mendaftar GPRS ke 6616. Tapi sayang, tidak berhasil. Saya sebutkan semua setting HP saya. Terakhir baru saya tahu letak kesalahannya karena HP saya dual mode 3G dan GPRS hidup bersamaan. Kemudian saya matikan mode 3Gnya, saya coba GPRSnya berhasil. Nah, buang-buang waktu saja saya hubungi 116. ;)

Efek Mengubah Permalinks

Wednesday, May 21st, 2008

Masih berduka cita atas insiden kemarin. Mau tau apa efek yang saya dapat dari mengubah permalink?

a. Kehilangan hampir 70% pengunjung.
Dari semua efek yang paling sakit, ini yang saya rasa paling telak. Hampir 70% pengunjung blog saya rata-rata merupakan refer dari search engine (terutama Google). Nah, akibat permalink changes yang mengubah struktur link di blog saya, tentunya link-link utama yang dicrawl oleh Google kehilangan rimbanya. Akibatnya sudah jelas, SERP untuk pencarian-pencarian yang seharusnya masuk di halaman pertama dibabat habis oleh Google. Bahkan, untuk beberapa pencarian hilang sama sekali. Pengunjung pun tidak kelihatan lagi batang hidungnya. Hiks :(
Untuk urusan yang ini (ditambah parahnya pengalaman karena saya belum pernah mengalaminya) saya pasrah saja. Tidak tahu harus berbuat apa. Selain berdoa dan berdoa. Haha. Saya sudah hampir mencoba segala cara termasuk mengulang kembali prosedur submitting url to Google dan beberapa search engine lainnya, tapi sampai sekarang hasilnya tidak seperti yang saya harapkan.

b. Alexa Rank terpuruk menjadi no rank.
Sedang enak-enak menulis post ini saya kaget bukan kepalang melihat toolbar Alexa menunjukkan kalimat ‘no rank’. Tetapi, saya biarkan saja. Lagipula Alexa Rank bukan tolak ukur bagi saya. Sampai sekarang saya sendiri masih bingung apa yang membuat Alexa Rank ini ‘hancur’, apakah karena saya pindah hosting atau karena mengubah permalink structure. Ternyata, setelah saya kembali ke hosting lama, yang membuat rank menjadi no data karena ganti hosting ;).

c. Bikin pusing dan capek
Karena sudah terlanjur sakit hati dengan amburadulnya sistem search engine untuk blog saya, saya memutuskan untuk pindah hosting. Apalagi dikuatkan dengan munculnya beberapa error yang saya sendiri tidak mengerti bagaimana memperbaikinya (secara saya bukan orang yang memakan buku rumus PHP&MySQL sampai hafal di luar kepala). Awalnya sih saya kira tinggal backup saja (kebetulan saya selalu melakukan backup secara berkala). Namun, karena setting (untuk MySql dan variable hostname) di server baru berbeda, jadi mau nggak mau membuat saya pusing lagi memikirkan adaptasi apa yang akan saya lakukan. Di tengah malam bercampur pusing dan capek saya berjuang mengorganisir lagi semua source untuk ditempatkan di ‘rumahnya’ yang baru.

Saya sih tidak ambil pusing apalagi menyesal mengubah permalink, tetapi saya jadi bingung karena akibat yang saya terima. Mohon bagi para ahli yang memahami ‘what to do with this all’ sudi kiranya memberikan pencerahan bagi saya and the other victims. Thanks