Anak Pertama

Hari ini aku mendapatkan kejutan yang luar biasa. Bermula dari informasi istri: “Pi, hari ini adek harus dikeluarin dari perut mami, sekarang juga” di siang bolong, sukses membuat pikiranku tak menentu. Kuputuskan hari itu juga aku izin dari pekerjaan. Thanks to Pak Im yang selalu ready membackup pekerjaan kami.

Di perjalanan, perasaanku berkecamuk sembari berdoa agar anakku dan istriku melalui proses bersalin dengan lancar dan keduanya diberi kemudahan serta kesehatan. Satu jam kupacu kendaraan, akhirnya sampai juga ke rumah sakit. Di rumah sakit, mertuaku sudah harap-harap cemas. Si Dokter ternyata telah menungguku hampir satu jam, namun tidak bisa menunggu lagi. Operasi tersebut tetap berlanjut, tanpa aku. Ada perasaan bersalah tidak menemani istri di kelahiran anak pertama, namun istri meyakinkanku tidak apa-apa.

Tepat tanggal 18 April 2019 pukul 13.50 anakku lahir ke dunia. Kulitnya putih bersih, panjangnya 48 cm dan beratnya sekitar 2,6 kg. Alhamdulillah. Yang membuatku khawatir, ia tidak menangis seperti layaknya bayi lain ketika keluar dari rahim ibunya. Itu membuatnya harus dirawat dalam tabung. Syukur Alhamdulillah, anakku hanya harus menginap di tabung sekitar 6 jam. Setelah itu ia boleh keluar ke box normal.

Istriku tak sabar mau ketemu anaknya. Sekitar pukul 7-8 malam, barulah si bayi boleh ketemu ibunya. Kami haru di saat itu. Melalui tulisan ini, aku ingin mengenang kelahiran adek. Kami bangga menjadi orang tuamu. Jadilah anak yang selalu riang, sehat, diberi keberkahan, berbakti kepada kedua orang tua, masyarakat dan dunia, serta selalu berada di jalan dan dalam lindungan Allah SWT. Papi, Mami, sayang kamu Nak!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *