Wahyu Reza Prahara

Gift of Gab
August 8th, 2008

Gengsi Bersepeda

Bersepeda
Inset: Asyiknya bersepeda.

Siapa yang tidak kenal sepeda? Kendaraan beroda dua ini pernah menjadi primadona pada zamannya. Padahal, kelebihan bersepeda lebih banyak daripada berkendara motor. Bersepeda tidak menghasilkan polusi udara, tidak membutuhkan bahan bakar minyak (BBM), dsb. * Singkat kata, alasan orang bersepeda berefek positif dan sangat baik kesehatan, keuangan, dan kehidupan. **

Namun sekarang? Sepeda baru terkenal jika ditambah ‘motor’ di belakangnya, alias “Sepeda Motor”. Haha, ironis memang. Penggunaan sepeda di kalangan masyarakat tergerus era modernisasi. Sebab musababnya cuma satu, GENGSI. Orang Indonesia gengsi bersepeda karena takut dianggap primitif dan kelas dua. *** Beda halnya dengan negara yang pernah menjajah kita. Katanya di Belanda, orang tidak gengsi bersepeda. Bahkan hampir sama dengan mobil, masyarakat Belanda juga hobby menambah asesoris tertentu pada sepeda mereka. **** Di Jepang setali tiga uang, bersepeda hal yang lumrah. Vice versa, apakah Indonesia sangat benci penjajah mereka terdahulu sampai budaya bersepeda sama sekali tidak dicontoh??

Cadangan minyak dunia hampir habis dan akan terus menipis. Bersepeda merupakan salah satu cara mengatasi problem tersebut. Bepergian ke kantor, kampus, sekolah, rumah teman, pasar, mall, dan tempat-tempat lain yang dapat ditempuh dengan jarak 10-20 menit seharusnya bersepeda saja. Murah, sehat, oke pula. Di beberapa kota sudah ada kesadaran membentuk suatu komunitas bersepeda seperti Komunitas Bike2Work, Komunitas Bersepeda UI, dsb. Image bersepeda itu jelek harus kita ubah, dari sekarang. Namun, pemerintah agaknya masih kurang memperhatikan. Di luar negeri, ada jalan khusus untuk pengguna sepeda. Ah, biarpun demikian tidak mengurangi semangat saya untuk bersepeda. Ayo bersepeda!!

Tags: , , , , ,

11 Responses to “Gengsi Bersepeda”

  1. di indonesia susah pake sepeda ntar takut ketabrak ama mobil.. :(

  2. ngiri euy sama belanda yang ada jalur khusus speda-nya … tp katanya Yogya udah ada ya ?

  3. Wahyu Reza Prahara Says:
    August 8th, 2008 at 6:38 pm

    @emfajar
    waduh mas…naik motor juga takut ketabrak mobil…
    apalagi naik mobil takut ketabrak kereta api atau pesawat (nah lo? gimana tu mikirnya hehehe)
    kidding…

    @Supermance
    Yogya belum mas…terakhir saya 3 minggu lalu ke sana belum ada tu…
    paling adanya pembatas jalan mobil dan motor..itupun cuma di ringroad..
    mau buat di sana??

  4. Wah, jarak rumah - kantor 53km ditempuh dengan sepeda motor 1,5 jam sampai 2 jam. Kalau naik sepeda, perlu berapa jam itu? Sebenarnya pengen sih…

    Eh, aku sudah tambahkan ke http://moharifwidarto.com/blogroll/

  5. Bukan begitu … sesak napasnya, plus takut kecipratan pas hujan. Kalo ga, pas masuk kantor udah keringetan ga karuan.

  6. Dulu saya paling senang bersepada namun setelah berkeluarga tidak banyak waktu yang tersisa. Bagi yang bersepeda saya salut deh.

  7. slm kenal juga, mas. mari bersepeda!

  8. Pingin sih om wahyu. Tapi polusi udara itu loh yang bikin ga tahan :D

  9. Iya neh pengen rasanya kaya zaman dulu, sering bersepeda kemana-mana

  10. Perlu dukungan dari pemerintah….lha kalau sekarang naik sepeda di jalan raya, malah jadi sakit kena polusi udara, apalagi diomelin pengendara mobil dan motor.
    Akhirnya naik sepedanya hanya untuk olahraga.

  11. maklumlah…
    kalau di bandingin dengan negara maju, mereka sudah terlebih dahulu kenyang dengan namanya teknologi, sementara Indonesia belum… masi tingkat awal dengan namanya teknologi. Namun yang namanya sepeda di Indonesia dah kenyang, karena toh sebelum teknologi belum membooming di Indonesia sepeda adalah number one… so kenyang dulu indonesia dengan teknologi baru beralih ke sepeda…
    he..he..
    salam, kenal.

Leave a Reply