Wahyu Reza Prahara

Gift of Gab

Archive for August, 2008

Teknik Sedekah ala Blogger pada Iklan PPC

Tuesday, August 26th, 2008

Sedekat PTCMungkin ini ide gila yang tidak sengaja muncul, terlintas di benak saya. Sederhana, tapi mematikan. Lho?
Begini, kebetulan saya adalah seseorang yang tidak memfokuskan blogging for money. Bukannya saya tidak suka. Ingin, bahkan sangat ingin saya menggelutinya, menambang dollar dari ngeblog, tetapi selalu saja ada kendala. Mulai dari waktu yang tidak ‘memberikan izin’ pada saya untuk konsentrasi penuh pada dunia pertapaan ini sampai pada kegaptekan dan kedunguan (lebih etis disebut ketidaktahuan) saya pada teknik utama seni mendatangkan traffic.
Ok, kembali ke topik permasalahan. Topik permasalahan kali ini difokuskan pada bisnis mencari dollar/rupiah melalui PPC program, alias DSK (Dibayar setiap Klik). Suksesnya pengiklan (advertiser) tentunya tidak lepas dari menjamurnya pemasang iklan (publisher) yang semakin membludak secara ritmis akhir-akhir ini di jagat raya dunia perinternetan yang sebagian besar adalah blogger. Tidak jarang pula, mungkin (maaf, saya tidak punya data karena saya bukan peneliti, he) pembeli produk si pengiklan tadi adalah redirect dari situs-situs blog para blogger. Jadi intinya, si pengiklan untung, si pemasang iklan (blogger tentunya) juga untung.
Nah, ironisnya hasil yang didapat si pemasang iklan terkadang tidak sesuai harapan. (more…)

Rokok nan Berbahaya

Sunday, August 24th, 2008

Rokok bukan hal asing lagi bagi peradaban umat manusia. Sejak ditemukannya nikotin di dalam tembakau yang dapat membuat efek ‘nyaman’ bagi pecandunya, rokok berkembang pesat. Bahkan rokok menjadi sumber pendapatan utama negara. Tidak percaya? Pajak cukai rokok dapat mencapai angka Rp 20.000.000.000.000,00 (20 trilyun rupiah) per tahunnya dan terus berkembang tiap tahunnya [1]. Berterimakasihlah pada para perokok yang telah mempertebal pundi-pundi kas pemasukan APBN, :p.
Ok, kembali ke topik permasalahan. Ternyata, di balik itu semua rokok sangat berbahaya. Menurut para pakar kesehatan, jika seseorang merokok, maka resiko kematiannya akan meningkat sampai 12 kali lebih berbahaya daripada orang yang menderita kanker paru-paru. Sekarang marilah kita berpikir dengan otak dan hati nurani kita (halah, kaya’ orator aja), bukankah merokok itu bahaya?
Mari kita lihat bahaya rokok yang lainnya:
- 10 kali lebih mematikan daripada kanker mulut dan tenggorokan.
- 12 kali lebih mematikan daripada kanker paru-paru.
- 10 kali lebih mematikan daripada kanker pangkal tenggorokan.
- 6 kali lebih mematikan daripada penyakit jantung.
- 2 kali beresiko terserang stroke.

Sebagai pandangan lain, rokok juga membuat kanker alias kantong kering. Anggap saja sehari seseorang menghabiskan setengah bungkus rokok seharga Rp 6.000,-. Berarti sebulan perokok merogoh kocek sebesar Rp 90.000,-, setahun Rp 1.080.000,- dan jika diteruskan sampai 15 tahun maka akan menghabiskan duit sebesar Rp 16.200.000,-. Belum lagi jika diasumsikan inflasi sebesar 6%, maka pengeluaran akan membengkak menjadi sekitar Rp 25.150.000,- per 15 tahun. Ironisnya, perokok bukan saja berasal dari kalangan menengah ke atas, tetapi banyak juga yang berasal dari kalangan yang kurang mampu. Bukannya digunakan untuk kebutuhan lain, malah digunakan untuk merokok yang hampir tidak ada gunanya. Dan banyaknya akibat jelek mengkonsumsi rokok lah MUI mulai berpikir untuk mengeluarkan fatwa haram mengkonsumsi rokok [2].
Berhubung bulan Ramadhan akan segera datang, para perokok dimohonkan untuk mengurangi mengkonsumsi rokoknya ya? Hehe, peace man!! Sadar! Merokok itu berbahaya. Saya untungnya dari kecil tidak merokok, jadi Alhamdulillah. Bagaimana dengan anda, saudaraku?

:D

Pernak-Pernik Yahoo Messenger

Friday, August 22nd, 2008

Sweet IMWah, pasti deh kalo udah internetan pernah chating. Atau malah belum? Hehe, becanda. Semalam saya sedang asyik-asyiknya chating. Satu orang, dua orang, tiga orang, sampe beberapa orang sekaligus. Softwarenya sih biasa, apalagi kalau bukan Yahoo! Messenger. Siapa sih yang gak kenal Yahoo! Messenger? Nah, beberapa hari yang lalu saya menjajal software messenger versi terakhir (Beta 9.0) besutan Yahoo! tersebut. Wuih, bukan main asyiknya. Experience yang saya dapat benar-benar terasa beda. Selain bisa dipersonalisasi, warnanya diganti, tampilan yang disuguhkan juga lebih fresh. Mau coba?

Fasilitas audibles yang dari dulu sudah ada hampir tidak pernah tergantikan. Sampai pada semalam, eh teman saya merekomendasikan untuk mendownload software Sweet IM. Coba gih, ada wink-wink yang lucu sampai audible-audible konyol. Pastinya kosaaksi (maksudnya perbendaharaan aksi) untuk mengespresikan diri di Yahoo! Messenger lebih terbuka luas. Hehe…coba aja. Silakan download di sini.

Software Ahli Matematika

Monday, August 11th, 2008



Anda semua pasti pernah malas mengerjakan soal-soal matematika yang rumit tak karuan. Apalagi di kalangan mahasiswa dan pelajar, yang namanya aljabar dan kawan-kawannya (yang tidak etis jika disebutkan satu per satu di sini) bukan merupakan hal yang asing. Ada yang susah, ada yang mudah, ada yang bikin rambut keriting tak karuan. Dan ironisnya, untuk urusan kalangan teknik (seperti saya) permasalahan umum itu tidak bisa dihindari. Bukan karena saya tidak bisa mengerjakannya, tapi lebih kepada efisiensi waktu.
Permasalahan biasanya terjadi dalam kondisi yang umum. Saat otak sudah mulai penat dijejal persamaan matematika, akumulasi waktu menambah depresi yang mungkin terjadi. Maka, pasti dan hampir selalu manusia melakukan kesalahan. Entah itu kesalahan penulisan, perhitungan, sampai pada kesalahan penggunaan peralatan. Alhasil, pekerjaan menjadi tidak maksimal.
Di zaman sekarang, beruntunglah kita, hehe. Kenapa? Ya, karena sudah banyak software yang didistribusikan secara gratis. Tujuannya sederhana, berbagi. Dan, lebih beruntung lagi pendistribusian dapat dilakukan dengan sangat cepat lewat jalur data alias internet. Di internet, hampir semua resource tersedia. Mulai dari gambar, software, data-data, dsb. Software yang tersebar di dunia maya itu pun bermacam-macam fungsi dan kategorinya, mulai dari multimedia, office tools, database, hingga program pembantu manusia mengerjakan hal-hal sepele.
Dulu, di dalam dunia perminyakan dan gas bumi(pengalaman pribadi seseorang yang tidak usah disebutkan namanya :p), perhitungan cadangan gas untuk reservoir yang sangat njelimet dilakukan di atas kertas. Engineer tidak pernah mengeluh walau harus full masuk Sabtu Minggu yang notabene itu adalah hari libur, hanya untuk mengejar deadline tugas. Namun, di kala itu (sekitar tahun 1980an) pihak asing telah mempunyai komputer. Jangan dipikir komputer yang dimaksud seperti yang sekarang ini. Komputer yang dulu hanya bisa mengerjakan 1 atau 2 baris operasi per detiknya. Oleh karena itu, hanya engineer mereka yang mempunyai otoritas menggunakannya. Kita? Haha, pakai kertas saja dulu.
(more…)

Gengsi Bersepeda

Friday, August 8th, 2008

Bersepeda
Inset: Asyiknya bersepeda.

Siapa yang tidak kenal sepeda? Kendaraan beroda dua ini pernah menjadi primadona pada zamannya. Padahal, kelebihan bersepeda lebih banyak daripada berkendara motor. Bersepeda tidak menghasilkan polusi udara, tidak membutuhkan bahan bakar minyak (BBM), dsb. * Singkat kata, alasan orang bersepeda berefek positif dan sangat baik kesehatan, keuangan, dan kehidupan. **

Namun sekarang? Sepeda baru terkenal jika ditambah ‘motor’ di belakangnya, alias “Sepeda Motor”. Haha, ironis memang. Penggunaan sepeda di kalangan masyarakat tergerus era modernisasi. Sebab musababnya cuma satu, GENGSI. Orang Indonesia gengsi bersepeda karena takut dianggap primitif dan kelas dua. *** Beda halnya dengan negara yang pernah menjajah kita. Katanya di Belanda, orang tidak gengsi bersepeda. Bahkan hampir sama dengan mobil, masyarakat Belanda juga hobby menambah asesoris tertentu pada sepeda mereka. **** Di Jepang setali tiga uang, bersepeda hal yang lumrah. Vice versa, apakah Indonesia sangat benci penjajah mereka terdahulu sampai budaya bersepeda sama sekali tidak dicontoh??

Cadangan minyak dunia hampir habis dan akan terus menipis. Bersepeda merupakan salah satu cara mengatasi problem tersebut. Bepergian ke kantor, kampus, sekolah, rumah teman, pasar, mall, dan tempat-tempat lain yang dapat ditempuh dengan jarak 10-20 menit seharusnya bersepeda saja. Murah, sehat, oke pula. Di beberapa kota sudah ada kesadaran membentuk suatu komunitas bersepeda seperti Komunitas Bike2Work, Komunitas Bersepeda UI, dsb. Image bersepeda itu jelek harus kita ubah, dari sekarang. Namun, pemerintah agaknya masih kurang memperhatikan. Di luar negeri, ada jalan khusus untuk pengguna sepeda. Ah, biarpun demikian tidak mengurangi semangat saya untuk bersepeda. Ayo bersepeda!!