Wahyu Reza Prahara

Gift of Gab

Archive for April, 2008

Sekolah SD-ku dulu, apa kabar?

Thursday, April 24th, 2008

Hampir genap 2 tahun aku tidak pulang ke Aceh. Kadang rasa ingin pulang muncul begitu saja. Tapi, ga mungkin. Yang menjadi masalah adalah waktu. Waktu cuti dan waktu perjalanan yang bisa sampai sehari menjadi alasan utama kenapa aku menunda-nunda pulang ke Aceh.

Ingin rasanya melihat lagi kota tempat aku lahir, tempat aku dibesarkan hingga SMP. Oya, dari kecil sampai menamatkan SMP aku di Aceh. Dulu, terakhir aku pulang ke sana saat Hari Raya Idul Fitri. Kumpul bersama keluarga. Keluargaku semuanya di Aceh. Aku juga menyempatkan berjalan-jalan, walking around di seputaran Komplek PT Arun, tempat tinggalku dulu sekedar mengingat-ingat masa-masa dulu. Bernostalgia, mulai dari mengigat pacar pertamaku (pa kabar D?) sampai mengulang-ngulang kebiasaan-kebiasaan masa remaja dulu. :)

Barusan aku lagi asyik blog-walking, tiba-tiba ketemu blog yang membahas masalah pabrik pengolahan saos dari bahan dasar Qurma. Terkejut juga, karena SDku dulu (SD 2 Tamansiswa Arun) dijadikan tempat beroperasinya. Pikiranku sempat mengawang-awang saat masih di SD dulu. Terbayang guru-guruku, Bu Siti Hawa (wali kelasku kelas I), Pak Darwanto (wali kelasku kelas III), Pak Masykur (wali kelasku kelas VI, sempat membawaku ikut lomba matematika tingkat provinsi dulu, alhamdulillah saya 3 besar, makasih Pak), Pak Marsito (guru matematika yg membawaku lomba matematika juga waktu kelas IV SD), Bu Linda (guru seni), Pak Muntasir, Pak Amin, dll. Di situlah mereka dulu mengajar kami :)

Sekarang bangunan itu sudah menjadi pabrik pembuatan Saos kurma. Mempekerjakan orang-orang sekitar yang memang patut diberdayakan. Salut buat pembuat idenya. Daripada gedungnya tidak dipakai, mendingan dipakai untuk kegiatan yg berguna bagi orang banyak. Salam buat Pak Nasir Arafat, BP-KIAT.

Pengukuran Menggunakan Jangka Sorong

Monday, April 14th, 2008

Masih ingat ketika pertama kali saya diajari menggunakan jangka sorong. Ketika itu saya masih kelas X SMA pada pelajaran fisika. Guru yang mengajar pun masih saya ingat, Pak St. Legiyo. Tetapi masalahnya yang saya agak lupa yaitu pelajarannya (maaf ya Pak?, hehe) tentang mengukur menggunakan jangka sorong.

Singkat cerita saya mendapat tugas mencocokkan peralatan fitting perpipaan dengan standard yang berlaku. Tetapi, untuk dapat melakukan pencocokan itu saya harus mendapatkan beberapa data. Antara lain yang data yang harus saya ukur yaitu outside diameter, inside diameter, dan thickness dari fitting (elbow, flanges, tee, tee, concentric reducer, dan eccentric reducer). Peralatan yang disediakan ya JANGKA SORONG.

Awalnya sih saya kira gampang saja menggunakannya. Tetapi, ketika ke mulai mengukur saya bingung. Lho? Kok gini? Kebetulan perhitungan yang saya gunakan agak membingungkan karena menggunakan USCS (United States Customary System). Pengukuran jarak menggunakan inch. Secara konversi tidak masalah sih. Tapi gimana mau ngukur kalo masih bingung menggunakan jangka sorong. Akhirnya saya menghabiskan waktu 5 menit untuk bereksperimen menggunakan jangka sorong (untung instrukturnya nggak ada :P). Akhirnya saya ingat lagi.

Jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur suatu benda yang ketelitiannya mencapai seperseratus milimeter. Namun, karena yang saya gunakan adalah versi analog dan kurang dari 30cm jadi ketelitiannya hanya 0,05mm. Sedangkan untuk versi analog yang lebih dari 30cm ketelitiannya mencapai 0.01 mm. Jangka sorong biasanya digunakan untuk:

# mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit;
# mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang (pada pipa, maupun lainnya) dengan cara diulur;
# mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu benda dengan cara “menancapkan/menusukkan” bagian pengukur.

Jangka sorong memiliki dua macam skala: skala utama dan nonius.

Lihat contoh cara mengukur di bawah.

Jangka Sorong

Lihatlah skala nonius yang berhimpit dengan skala utama. Di contoh, yang berhimpit adalah angka 4 (diberi tanda merah). Itu berarti 0.04 mm. Sekarang lihatlah ke skala utama di sebelah kiri angka nonius 0. Di situ menunjukkan angka 4,7 cm. Berarti hasil pengukurannya adalah 4,7 cm + 0.04 cm = 4,74 cm. Ingat lagi kan pelajaran SMA? Hehe. Untuk pembacaan ke inch prinsipnya sama, hanya saja harus pintar menggunakan skala yang berbeda.

Sumber:
Wikipedia Indonesia
Dikmenum Indonesia

AirAsia tidak Mengenal Connecting Flight

Sunday, April 13th, 2008

AirAsia Logo

Tahukah anda? Ternyata setelah melihat-lihat, saya sempat tertarik dengan AirAsia. Gimana nggak? Harganya murah banget! (walaupun harga yang tertera di ujung booking tiket online tidak sesuai dengan harapan karena ada tax yang harus dibayar). But, masih tetap murah jika dibandingkan dengan jasa penerbangan full service yang ada Indonesia. Namun, yang membuat saya jadi ilfil, entah kenapa AirAsia tidak mengenal connecting flight. Jadi, untuk penerbangan ke Medan misalnya, jika saya ingin terbang dari Surabaya, saya harus memesan dulu tiket Surabaya ke Jakarta dan Jakarta ke Medan. Kemudian di Jakarta saya harus ganti pesawat (tidak transit), mengambil bagasi saya (merepotkan bukan?), baru menunggu untuk keberangkatan pesawat sesuai jadwal tiket yang saya pesan untuk ke Medan. Berikut cuplikan email saya ke Guest Support AirAsia beserta balasannya.

From : Wahyu Reza Prahara
To : indo_guestsupport -at- airasia.com
Subject : Pertanyaan Mengenai Booking Online

Dear Support AirAsia,

Saya ingin melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Medan. Saya tertarik dengan booking online langsung melalui website. Akan tetapi, saya tidak mengerti bagaimana caranya memesan tiket langsung dari Surabaya menuju Medan (otomatis transit Jakarta) tanpa harus membelinya 2 kali (Surabaya - Jakarta, Jakarta - Medan). Mohon penjelasannya.

Ini juga merupakan pengalaman pertama saya dalam membeli online. Mohon dijelaskan mengenai Itinerary. Apakah di end of payment Itinerary harus diprint out? Apakah Itinerary itu dapat menggantikan tiket masuk bandara? Atau ada prosedur lain yang harus dilakukan? Apakah saya harus membayar lagi airport tax? Mohon penjelasan yang jelas karena saya agak bingung dan ragu mengenai ini.

Terima Kasih
Wahyu Reza Prahara

Balasannya seperti ini setelah menunggu hampir 2 minggu.

Kepada Yth Bpk Wahyu Reza Prahara,

Terima kasih atas email yang anda kirimkan kepada Guest Support kami.

Untuk anda ketahui, pada dasarnya AirAsia adalah penerbangan point to point, dan tidak mengenal sistem connecting flight. Dimana setelah pesawat mendarat di satu kota, anda harus check out dan check in lagi untuk penerbangan berikutnya. Sebagaimana anda ketahui, anda harus cek in 2 jam sebelum keberangkatan karena 45 menit sebelum keberangkatan cek in counter kami sudah tutup. Kalaupun anda ingin melakukan “connecting flight,” harus ada jeda waktu sekitar 4-5 jam dengan penerbangan berikutnya. Hal ini adalah untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Namun kami tidak pernah menyarankan kepada penumpang kami untuk melakukan connecting flight dalam satu hari yang sama, karena memang pada dasarnya seluruh penerbangan AirAsia adalah point to point sehingga segala resiko yang timbul bila penumpang melakukan connecting flight dalam satu hari yang sama ditanggung oleh masing - masing penumpang.
Untuk informasi mengenai jadwal penerbangan, harga tiket dan tempat duduk yang tersedia, pertama - tama anda dapat langsung memeriksanya di website kami di?www.airasia.com, di sini anda juga bisa langsung melakukan ‘booking on line, sistem website kami akan memandu anda untuk melakukan reservasi, sistem pembayarannya dengan mengunakan kartu kredit visa atau mastercard atau anda juga dapat langsung menghubungi Call Centre kami di 0804 1 333333 atau di 021 808 99000, seluruh staf kami yang bertugas akan dengan senang hati memberikan informasi yang anda perlukan dan membantu anda melakukan reservasi penerbangan.
Demikianlah sekiranya penjelasan dari kami, semoga dapat menjawab pertanyaan anda, dan dapat berguna untuk rencana perjalanan anda. Sekali lagi, terima kasih atas perhatian anda kepada AirAsia. Kami sangat mengharapkan dapat bertemu dengan? anda dalam penerbangan - penerbangan AirAsia berikutnya.

Hormat kami,
Tessalina
Guest Support
AirAsia

Setelah membaca balasan email tersebut dengan seksama, saya memutuskan untuk tidak naik AirAsia untuk penerbangan yang harus transit. Ada komentar?

1st Post

Friday, April 11th, 2008
Buat blog susah? Namun, dengan sedikit ketekunan mempelajari coding-coding WordPress, maka lambat laun seakan kata ’susah’ tadi kabur. Hehe, ya, alias agak samar. Bertransformasi ke kata ‘mudah’. Buat pemula sih (seperti saya) dulunya sering mengunduh themes wordpress dari WPThemesFree. Nah, di situ banyak disediakan themes lucu dan keren-keren. Setelah 2 hari mengotak-atik codingnya, akhirnya saya menemukan sedikit pencerahan. Ternyata, kuncinya adalah di CSS. So, buat teman-teman yang mau mendesign themes, otak-atik aja CSS-nya. Selamat mencoba ;)