Mengejar Penerbangan Pertama

Setelah 15 tahun, saya mendapatkan kesempatan lagi untuk mengunjungi kota Semarang. Tapi tunggu dulu. Bukan kota Semarang yang akan dibahas, tapi pengalaman naik pesawat ke Semarang melalui Soetta.

Berhubung kegiatan saya dimulai pagi, mau tidak mau pesawat paling pagi (first flight) menjadi pilihan. Banyak orang menganggap naik pesawat itu cepat. Ke Semarang hanya butuh waktu 1 jam dari Jakarta. Kata siapa? Itu semua semu.

Begini penjelasannya. Untum mengejar first flight pukul 05.35, anda harus minimal check-in 04.50 (Garuda). Namun anda tidak mungkin sampai di gerbang komplek bandara tepat 04.50 bukan? Untuk kasus umum, biasa waktu tiba kita rencanakan 20-30 menit dari waktu terakhir check-in. Kita misalkan saja 20 menit. Berarti anda harus berada di bandara setidaknya pukul 04.20.

Selanjutnya, tambahkan waktu perjalanan anda dari rumah. Berangkat pagi dari Jadetabek biasa cuma butuh waktu 1 jam. Berarti dari rumah minimal pukul 03.20. Kalau naik kendaraan umum seperti Damri, anda bahkan harus spare waktu lebih lama. Minimal harus berangkat pukul 03.00 tergantung jarak. Kecuali rumah di seberang bandara persis, spare waktu 1 jam 30 menit untuk transportasi dari rumah-bandara adalah wajar.

Berangkat pukul 03.00 kemudian sampai Semarang pukul 06.40 plus wira wiri di Bandara tujuan selama 20 menit. Berarti total butuh waktu berapa jam? Ya, sekitar 4 jam.

Mesin BMW E34 Tak Bertenaga

Mesin mobil BMW saya cap jempol untuk keawetannya. Masalah mesin terakhir di mobil ini saya alami tahun 2017 saat radiator bocor. Teman saya saat itu tidak terlalu awas dengan indikator suhu di dashboard. Jadilah hari itu mobil diderek sampai rumah karena radiator jebol. Ganti radiator baru di Senen abis sekitar 1,5jtan dengan harga radiator sendiri di angka 1,1jt.

Masalah baru muncul lagi beberapa bulan lalu. Ini mobil jarang dipakai, hanya dipanasin untuk re-charge aki kemudian dipajang. Itupun disarungin. Saat ada tugas hampir seminggu ke Bandung, mobil saya bawa. Sekalian nge-charge aki sambil jalan. Hari ke-3, mobil terasa tidak bertenaga saat perjalanan ke Soreang. Untung saja tanjakan masih bisa dilahap.

Pulang ke rumah, saya dan mertua pun memutuskan untuk membongkar mesin. Jreng, dua busi terendam air. Pantas saja mobil pincang. Beberapa minggu setelahnya, kami bongkar lagi. Kali ini dengan manggil montir. Montir bingung, kami pun lebih bingung lagi. Kalau air masuk ruang bakar, harusnya tercampur oli juga. Namun kenyataan berkata sebaliknya. Ruang bakar aman, blok mesin juga terlihat baik-baik saja.

Akhirnya mobil ditune-up saja. Sempat terkendala mencari replacement busi Bosch dua kaki eksisting. Saya putuskan ganti merk Denso yang agak murah tapi model khusus untuk injeksi. Untuk menjaga kompresi, ruang mesin diseal dengan silicone merk ThreeBond. Ruang bakar kami semprot cleaner (semacam merk DCS). Mudah-mudahan masalahnya bisa diselesaikan.

Metode Belajar: Fokus dan Enyahkan!

Memang kalau berbicara belajar, otak bisa pusing, perut pun boleh keram. Apalagi jadwal ujian semakin mendekat, tugas menumpuk, bisa lebih parah: muntah-muntah. Sekilas terdengar fiksi, namun kerap terjadi. Mengapa? Karena proses belajar sejatinya adalah proses “memasukkan”. Dan sebagaimana filosofi saya pribadi mengatakan, proses menyerap/memasukkan ilmu dalam memori itu sukar.

Setidaknya ada beberapa faktor penyebabnya. Faktor pertama, umur (biasa disingkat U). Ibarat mesin, makin tua kinerjanya pasti menurun. Hal yang sama berlaku untuk sel-sel otak. Kedua, tidak pernah dilatih. Ini lebih gila lagi, rekatan memori ternyata perlu dielus-elus supaya tidak lekang. Caranya dengan mengulang-ulang. Sebagai contoh sederhana, semakin lama kita tidak bertemu dengan seseorang maka ingatan kita tentangnya semakin memudar. Bahkan namanya bisa lupa, dasar pikun.

Lalu bagaimana cara belajar yang efektif? Continue…